Kamis, Agustus 06, 2009

MERANTAU MOVIE, absolutaly recommended,..!!!



Sutradara: Gareth Evans
Penulis: Gareth Evans
Pemain: Iko Uwais, Sisca Jessica, Christine Hakim

Film Merantau bercerita tentang seorang tokoh utama yang bernama Yuda (Iko Uwais), seorang ahli bela diri Silat Harimau dari Minangkabau, Sumatra Barat. Yuda yang sama seperti pemuda pemuda daerahnya yang lain akan menjalani budaya warisan nenek moyang mereka yaitu “Merantau,” meninggalkan segala kenyamanan di kampung halaman mereka dan menuju ke hiruk pikuknya kota besar Jakarta sebagai sarana penempa mental dan pendewasaan, juga harap harap bisa mendapatkan kesuksesan yang menciptakan nama besar saat mereka kembali ke kampung halaman nantinya.

Dalam perantauannya, tentunya tidak semuanya berjalan mulus tapi begitu banyak rintangan yang harus dihadapinya, Yuda yang sempat tidak memiliki tempat tinggal selama di Jakarta bahkan kadang tidak yakin akan masa depan apa yang bakal didapatnya disana. Nasib kemudian mempertemukannya dengan Astri, seorang anak yatim piatu yang hampir menjadi korban perdagangan manusia ke Eropa yang dijalankan oleh psikopat bernama Ratger dan tangan kanannya, Luc.

Demi menyelamatkan sang gadis bersama adiknya yang bernama Adit, Yuda pun akhirnya terlibat dalam kisruhnya permasalahan bisnis hitam yang melibatkan anggota gangster dan penjahat2 berbahaya ini. Menyadari kalau upaya pelarian diri mereka akhirnya juga akan sia sia saja, Yuda tidak punya pilihan lain lagi selain menghadapi para penjahat itu dalam sebuah pertarungan maut dengan mengandalkan keahliannya dalam menggunakan ilmu bela diri warisan sang leluhur.

Dan menariknya adalah film ini diambil dengan latar belakang budaya Minangkabau, dihiasi pemandangan Ngarai Sianok di Bukittinggi, serta kehiudupan real masyarakatnya, yang menarik untuk disajikan sebagai alternatif perfilman Indonesia, namun sayangnya mengapa yang menyajikan film ini malah bukan orang Indonesia asli, melainkan orang luar yang bernama Gareth Evans. Yaaah daripada tidak tersaji sama sekali.

Aksi-aksi pergulatan silat yang disajikan ini pantas disandingkan dengan film-film laga khas Thailand, yang juga mengangkat keindahan view mereka....

Film ini amat sangat saya tunggu beredar di Bioskop,...mengobati kerinduan akan film Indonesia yang benar-benar bermutu,...

dan menjadikan saya rindu Ranah Minangkabau (pssst, suami saya menyesal kenapa tidak belajar silat sewktu kami tinggal di Ranah Minangkabau,red.)
rindu dengan Ngarai Sianok yang sangat indah yang menjadi latar pembuatan film ini, yang tak kalah indah dengan pantai belitong yang menjadi latar pembuatan film Laskar Pelangi....

Senin, Juni 08, 2009

MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT

Ini saya peroleh dari note facebook salah seorang teman, semoga dapat menginspirasi kita dan menjadikan perenungan,... :)

*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT*
- - - sebuah perenungan

Buat para suami baca ya..... Istri & calon istri juga boleh..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja
bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi
dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah
lebih 32 tahun..

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan
anak ke empat tiba2 kakinya lumpuhdan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari Pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum,
untunglah tempat usaha Pak suyatno tidak begitu jauh darirumahnya sehingga sianghari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaiandan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi,
Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap
berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar
Dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal is bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu Hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidakada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ...bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" . Dengan air mata berlinang anak itumelanjutkan kata2nya "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikahlagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati
masa tuaBapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka."
Anak2ku ......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu,
mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanyaibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telahmelahirkan kalian.. Sejenak kerongkongannya tersekat,... Kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya
seperti Ini.

Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana denganIbumu yg masih sakit."

Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak Suyatno.Merekapun melihatbutiran2 kecil jatuh dipelupukmata ibu Suyatno .. Dengan pilu ditatapnyamata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadinara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawatistrinya yg sudah tidak bisa apa2.. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. DisitulahPak Suyatno bercerita.

"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalamperkawinannya,
Tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran,perhatian )
adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya,
dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya
dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta Kita bersama..Dan itumerupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya Apalagi dia sakit,,,"

Subhanallah,...betapa indah cinta yang dimiliki pak Suyatno, dapatkah kita memberikan cinta yg sama pada pasangan kita...???

Senin, Februari 09, 2009

arti sukses ^_^

Sukses itu Sederhana,

Sukses tidak ada hubungan dng menjadi Kaya Raya,
Sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata Kiyosaki/Tung
Desemwaringin/The Secret,

Sukses itu tidak perlu dikejar,
SUKSES adalah ANDA!
Karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri…

Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi
1ovum,
itu adalah sukses pertama Anda!

Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat,
itulah kesuksesan Anda kedua.
Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1 di saat tiap menit
ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah sukses Anda
ketiga…
Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan bilangan segitiga emas, di saat
46 juta orang menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Anda keempat…

Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada 3 juta org
mati kelaparan setiap bulannya itulah kesuksesan Anda yang kelima…

Sukses terjadi setiap hari, Anda tidak pernah menyadarinya.

Saya sangat tersentuh ketika menonton film Click! yg dibintangi Adam
Sandler, “Family comes first”, begitu kata2 terakhir kepada anaknya
sebelum dia meninggal.

Saking sibuknya si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan, ia sampai tidak
sempat meluangkan waktu untuk anak & istrinya, bahkan tidak sempat
menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri, keluarga nyapun berantakan,
istrinya yang cantik menceraikannya, anaknya jadi ngga kenal siapa
ayahnya.

Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa
terus2an jadi Best Seller dng membuat sukses menjadi hal yg rumit dan
sukar didapatkan.. .
Sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport mahal, jam
Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter,
punya istri cantik seperti Donald Trump, & resort mewah di Karibia…

Tapi buat saya pribadi yg bisa hidup dng sangat berkecukupan, saya rasa
sukses memiliki arti yang berbeda.

Sukses adalah mencintai & bangga terhadap diri Anda sendiri, mengerjakan
apa yang Anda sukai kapan saja dan di mana saja.

Sukses sejati adalah hidup dng penuh syukur atas segala rahmat Tuhan,
sukses yang sejati adalah menikmati & bersyukur atas setiap detik
kehidupan Anda, pada saat Anda gembira Anda, gembira sepenuhnya,
sedangkan pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya, setelah itu Anda
sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.

Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Yang Maha Kuasa, hidup baik,
tidak menipu, apalagi scam, saleh & selalu rendah hati. Sukses itu tidak
lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan
kesembuhan ketimbang sakit, sukses sejati adalah bisa menerima
sepenuhnya kelebihan, keadaan, dan kekurangan Anda apa adanya dengan
penuh syukur.

Saya berani berbicara seperti ini, karena hidup yang saya alami ini
seperti roda pedati, ketika masih mahasiswa hidup begitu nelangsa cuma
mampu makan warteg 1 kali sehari dng nasi setengah + sayur gratis +
tempegoreng.
Tapi ternyata dl nikmat makan di warteg kok sama saja bila dibandingkan
ketika saya makan di restoran mewah di Amerika, toh…Saya pernah tidur
di kolong langit, beralaskan tanah & terpal, hujan kehujanan, & panas
kepanasan.Tapi ternyata lelapnya saya tidur dulu kok bisa sama saja yah
bila dibandingkan ketika saya tidur di hotel bintang 5 di Jepang,
toh…Saya dulu, pulang-pergi ke sekolah jalan kaki sejauh 40 km, pakai
baju lusuh, tas kotor & alat tulis seadanya, datang kesekolah selalu
menjadi bahan tertawaan teman2 yg lebih kaya, tapi kok sama saja toh
enaknya ketika saya dijemput oom saya naik mercy, sama2 nyampe jg
ternyata.

Saya pernah diundang bos saya ke rumah barunya, utk menikmati ruang
auditoriumnya, ada speaker untuk karaoke, ada utk mendengarkan musik,
ada utk home theater, dia bilang harga speaker Thiel-nya untuk
mendengarkan musik saja harganya 400 juta, saya disuruh dengerin waktu
beliau putar musik jazz, memang enak sekali, suara dentingan gelas &
petikan bass bisa terdengar jelas, tapi kok setengah jam di situ, saya
bosan juga toh.
Sama aja nikmatnya mendengarkan musik di komputer sendiri, yg speakernya
cuman Simbadda 100 rb…Pernahkah Anda menyadari ? Anda sebenarnya tidak
membeli suatu barang dengan uang. Uang hanyalah alat tukar, Anda
sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda. Ya, Anda mungkin harus kerja
siang malam utk bayar KPR selama 15 tahun atau beli mobil/motor kredit
selama 3 tahun.

Itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu Anda, Anda
menjual waktu Anda dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi untuk
mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa telepon dll…

Aset terbesar Anda bukanlah rumah/mobil Anda, tapi diri Anda sendiri,
Itu
sebabnya mengapa org pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari orang
bodoh…

Semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau
membeli waktu Anda.

Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara
ngalor ngidul di seminar bisa dibayar 200 juta ato harga 2 jam seminar
Pak
Tung bs mencapai 100 juta!!!

Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods & Michael Jordan
sebesar 200 juta dollar, hanya untuk memakai produk Nike.

Suatu produk bermerk mjd mahal/berharga bukan karena merk-nya, tapi
karena
produk tsb dipakai oleh siapa…

Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan
bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola basket bekas dng merk sama
bila
kita jual harganya justru malah turun.

Hidup ini kok lucu, kita seperti mengejar fatamorgana, bila dilihat dari
jauh, mungkin kita melihat air/emas di kejauhan, namun ketika kita kejar
dng segenap tenaga kita & akhirnya kita sampai, yang kita lihat yah
cuman
pantulan sinar matahari/corn flakes saja ternyata…

Lucu bila setelah Anda membaca tulisan di atas Anda
masih mengejar fatamorgana tsb ketimbang menghabiskan waktu Anda yg
sangat berharga untuk sungkem sama orangtua yg begitu mencintai Anda,
memeluk hangat istri/kekasih Anda, mengatakan “I love you” kepada org2
yang anda cintai: orang tua, istri, anak, sahabat2 Anda.

Lakukanlah ini selagi Anda masih punya waktu, selagi
Anda masih sempat, Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan meninggal,
mungkin besok pagi, mungkin nanti malam, LIFE is so SHORT.

Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda, entah itu bermain
bola, memancing, menonton bioskop, minum kopi, makan makanan favorit
Anda,
berkebun, bermain catur, atau berkaraoke ria..

(dikutip dari sebuah email,...)

Kekuatan Kick Andy show,….


Aku sangat suka nonton acara Kick Andy di metro tv setiap pekannya, setiap Jumat malam aku tunggu acara tersebut, kalaupun tidak bisa nontonnya, aku usahakan nonton siaran ulangnya setiap hari Ahad siang, dan setiap pekan aku selalu membuka website-nya, www.kickandy.com, karena dari web tersebut bisa diketahui apa topik yang akan diangkat pada kesempatan yang akan datang.

Banyak hal positif yang aku peroleh dari tontonan bermutu semacam Kick Andy, karena ide-idenya sangat brilliant, sangat memotivasi kita untuk berpikir dan berbuat lebih, lebih dan lebih baik lagi. Banyak hal yang aku peroleh dari tontonan semacam itu, karena because of Kick Andy, I am become smart become informed (kaya moto-nya metro tv ^_^)

Jujur, aku terkadang malu dan tersadar setelah nonton acara Kick Andy, karena tak jarang aku sangat kufur nikmat, tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan padaku secara cuma-cuma. Di Kick Andy, sering ditampilkan orang-orang yang menurutku “kurang beruntung” karena kondisi fisiknya yang tidak sempurna, karena kemampuan finansialnya, tidak dapat mengenyam pendidikan dengan baik, kesulitan transportasi karena aksesibilitasnya, ataupun karena label lainnya, hingga kita mengecap mereka ”kurang beruntung”, namun ternyata aku salah besar,…!!!

Mereka justru orang-orang yang sangat hebat, karena dalam keterbatasan mereka telah berbuat nyata bagi hidup ini, bagi lingkungannya. Sebagai contoh ketika Andy F Noya menampilkan orang yang menyisihkan uangnya dari berjualan gordyn untuk membuka perpustakaan gratis bagi masyarakat sekitarnya, aku tercenung, apa yang sudah aku buat untuk lingkunganku, ternyata nihil, aku belum berbuat apapun, malah aku hanya mengeluh kekurangan finansial, mengeluh ini itu,..

Lalu ketika ditampilkan pasangan suami istri, yang mana sang istri masih tetap setia mendampingi sang suami yang karena kecelakaan dia menjadi cacat, wooow amazing banget,... Aku malu, bisakah aku sekuat sang istri, ketika didera cobaan yang sama? Alangkah malunya aku,.. betapa aku selama ini sangat kufur nikmat, kurang mensyukuri nikmat yang telah Kauberikan cuma-cuma.

Di lain kesempatan, ketika Kick Andy menampilkan tentang SD Muhammadiyah di Belitong sana (sebagai latar belakang lahirnya cerita Laskar Pelangi) dan beberapa sekolah yang tak layak dikatakan sekolah, lagi-lagi aku harus bersyukur bahwa aku sekolah sejak SD, SMP, SMA, hingga Universitas di tempat yang layak dan mudah ditempuh. Hingga aku tak perlu menyeberangi sungai untuk mencapainya, tidak perlu berjalan hingga berpuluh-puluh kilometer untuk menuntut ilmu. Padahal dulu sekali, aku sempat tidak bersyukur dengan berangan-angan betapa indahnya jika ada yang mengantarku dengan mobil, betapa indahnya jika aku diberi sepeda motor untuk mendukung keberangkatanku ke sekolah, aku pun berangan-angan betapa indahnya jika orang tuaku kaya dan memberikanku kesempatan les ini itu, seperti angan-anganku. Sekali lagi, aku salah besar,..!! Aku harus bersyukur pada karunia-Nya, hingga orang tua dan kakak-kakakku dapat menyekolahkanku hingga ke jenjang Universtitas, sementara orang tuaku hanya bersekolah sampai SR namun mereka sangat ingin anaknya maju, bersekolah hingga batas kemampuanku,....

Ya Allah, betapa sangat kurang ajarnya aku ini, betapa sangat kufur nikmat, atas limpahan rahmat dan anugerah yang telah Kau berikan, astaghfirullahal ’adziim,....
Untungnya ada acara semacam Kick Andy, ini menjadi semacam penyeimbang di anatara serbuan sinetron, infotainment (yang kadang menjadikan kita kufur nikmat, karena melihat kekayaan orang-orang di acara tersebut, berangan-angan seandainya kita sekaya mereka, tanpa mensyukuri apa yang sudah kita miliki sekarang,...).
Mungkin kita semua harus mengubah moto kita, apa yang sudah kita lakukan bagi lingkungan kita, apa kita sudah jadi orang yang bermanfaat bagi sesama,... Subhanallah, betapa kerdilnya kita ini di hadapan Yang Maha Kuasa,...
Sekarang aku mau buka website-nya Kick Andy lagi, membaca kebaikan apa lagi yang akan disebarkan oleh acara ini di masa yang akan datang,...????

Rabu, Februari 04, 2009

Panen kemudahan dari-Nya,...

Setengah tahun yang lalu aku sempat berburuk sangka pada Allah swt, mengapa begini, mengapa begitu,... Yaaah katanya itu sangat manusiawi, kenapa kita selalu menganggap Tuhan tidak adil pada kita.

Namun pada bulan Oktober 2008, harapanku untuk bisa pindah ke Yogyakarta dikabulkan, waaah betapa senangnya, SK alih tugasku turun 23 Oktober 2008.. Satu anugerah lagi telah diberikan-Nya tanpa syarat, padahal aku dulu sempat berpikir kenapa pengajuan pindahku kok rasanya sulit sekali dikabulkan.... dan sempat berpikir, yaah mungkin memang rejekiku di padang nih, tidak bisa pindah ke Jawa, namun ternyata Allah mengabulkan keinginan kami... Dan hingga akhirnya aku resmi melaksanakan tugas di Yogya per 1 Desember 2008.

Kemudian panen kemudahan muncul lagi, karena ternyata aku hanya terpisah dengan suamiku tercinta hanya 1 bulan, karena kemudian tanggal 2 Januari 2009, suamiku juga resmi melaksanakan tugas di Yogya, padahal awalnya katanya akan ditempatkan di Magelang atau Solo. Thanks God, ternyata suamiku malah ditugaskan di Yogya, jadi kita ngumpul lagi.

Ternyata panen anugerah dan kemudahan mulai kami petik satu persatu.
Lalu panen anugerah ini tidak selesai sampai disini, karena pada tanggal 13 Januari 2009 yang lalu aku mendapat pengumuman bahwa aku merupakan salah satu calon penerima beasiswa dari Bappenas tahun 2009, dengan jurusan Magister Administrasi Publik di Universitas Brawijaya dan salah satu universitas Jepang. Sekilas info, beasiswa ini kuperoleh setelah pada bulan Agustus – September 2008 aku mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) dan TOEFL di Padang. Rangkaian tes ini telah kulalui 2 kali, yang pertama pada tahun 2006 yang lalu. Ketika tes pertama ini gagal, aku kemudian semangat belajar, terutama belajar TOEFL-nya, sampai-sampai aku ikut TOEFL Preparation Class di salah satu lembaga bahasa Padang juga English for Academic Purposes (EAP) di Pusdiklat Departemen Kehutanan. Aku semangat banget pengin dapet beasiswa, karena beberapa kawanku telah berangkat ke Luar Negeri, maupun sekolah di Dalam Negeri, aku sangat ingin seperti mereka,....

Sekarang 10 hari menjelang keberangkatanku ke Universitas Brawijaya Malang untuk English for Academic Purposes (EAP), denger-denger di akhir course ini semua diwajibkan mendapatkan score minimal 550. Fiuh, bisa nggak yaah? Score itu diwajibkan, untuk mendapatkan kesempatan studi ke Japan pada tahun kedua studiku. Wish me luck yaah, semoga dalam perjalanannya tidak ada aral rintangan yang berarti dan anugerah demi anugerah akan menghujaniku terus....

Dan satu lagi anugerah Allah swt padaku adalah ridho suamiku melepasku menuntut ilmu, padahal kami akan berpisah kurang lebih 2 tahun. Aku sangat beruntung menjadi istrinya, karena beliau selalu dan selalu meridhoi apapun yang kuperbuat, termasuk menuntu ilmu. Makasih honey, aku takkan menyia-nyiakan ridho dan kesempatan yang kau berikan,... By the way, suamiku malah udah request, katanya dia juga ingin ikut jika aku jadi berangkat ke Japan nanti, yaah minimal as tourist laah,...

Alhamdulillahi rabbil ’alamiiin, terimakasih Allah atas segala anugerah yang Kau berikan padaku dan keluarga kecilku ini,....

Nikmat mana yang kaudustakan,......

Kamis, Januari 22, 2009

Sekelumit cerita dari kampus karangwangkal (oleh-oleh reuni akbar Fabio Unsoed 2008 –Fabio Balik Kampus)


Sejak kira-kira bulan Oktober 2008 yang lalu aku mendapatkan berita dari mailing list Unsoed, bahwa pada tanggal 27-29 Desember 2008 akan dilaksanakan reuni akbar semua angkatan,…
Mendengar berita tersebut aja, aku udah seneng, palagi mbayangkan akan dateng ke acara tersebut bersama teman-teman perjuangan satu angkatan,... Rasanya sudah nggak sabar ingin ke kampus dan melepas rindu pada kampus juga teman-teman yang telah menjadi keluarga keduaku,...

26 Desember 2008
Jam 16.00

Aku mendaftar ulang ke kampus, ditemani Fajar ”jay”, ternyata belum banyak yang mendaftar ulang, kalau tidak boleh dikatakan sepi. Yaah kira-kira baru 100 orang yang mendaftar ulang, padahal kalau dihitung dari total alumni (yang katanya sudah meluluskan 3000an, maka angka tersebut masih teramat kecil, baru 3%-nya). Disana kami jumpa pak Setijanto (ini dia dosen pembimbing skripsiku dulu yang sekaligus jadi inspirator serta motivatorku), pak Uki, pak Edi Yuwono, bu Ani Ekologi, bu Triana mantan Dekan, bu Purnowoti (Dekan yang sekarang) dsb.

Sempat ragu juga, daftar nggak yaah, namun akhirnya kami mendaftar juga, sekalian mendaftarkan Mimin. Kami berharap besok akan lebih banyak yang datang, terutama dari angkatan 1996. Jujur, aku kangen banget ama teman-teman satu angkatan, karena ternyata aku nggak jumpa dengan beberapa dari mereka udah kurang lebih 7 tahun, bukan waktu yang singkat kan? Banyak dari teman-temanku yang nggak kuketahui kabarnya, so aku kangen banget ama mereka euy,...
Sayangnya, suamiku tercinta, mas Burhanuddin Subekti, yang kebetulan angkatan 1993 juga nggak bisa hadir, karena dia masih di Padang.

27 Desember 2008
Jam 10.00

Aku baru bisa ke kampus jam 10.00, padahal acara jalan santai dimulai sejak jam 7.30 tadi, maklum aku dari Ajibarang. Sebelumnya aku singgah ke hotel Darajati di Jalan HR Bunyamin untuk jumpa Mila dan suami yang kebetulan datang ke purwokerto untuk kondhangan, katanya dia nggak bisa dateng ke reuni (Sekilas info : Mila baru dateng liburan dari Australia, ambil Master-nya disana, so libur kali ini dia manfaatkan untuk berkumpul denggan keluarga, dateng ke reuni pun hanya sebentar).

Ketika sampai di kampus, ternyata ada parade band antar SMU di halaman samping (yang dulu ada sekre Senat-nya), dan di sekitar kampus sedang dilaksanakan penanaman dengan koordinatornya pak Teguh (nggak tau angkatan berapa, tapi yang pasti beliau sekantor ama Mila di Litbang Departemen Kehutanan, di Yogyakarta). Aku dan Mila sempat bengong, tengak-tengok kok nggak ada yang dikenal yaah?

Lalu tak lama kemudian kami jumpa dengan Latri, teman yang satu ini ternyata udah jadi bu Guru di perguruan Al Irsyad Purwokerto, ngajar SD-nya. Kita ngobrol ngalor ngidul, Latri cerewet lho, banyak menanyakan kabar teman-teman 96 yang lainnya, n aku jelaskan kabar teman-teman satu per satu, itupun yang aku tahu.

Jam 11.00an,...
Aku belum jumpa lagi dengan teman-teman angkatan 1996. aku berharap minimal teman-teman yang domisili di di Purwokerto dan sekitarnya bisa hadir, agar kita bisa melepas rindu satu sama lain (cie, bahasanya,...)
Aku mencoba mengontak beberapa teman yang kuketahui domisili di Purwokerto, Purwono (dia domisili di Purwokerto), Konang (dia domsili di Baturaden), Siti Musrifah (dia domisili di Cilacap), tapi mereka nggak bisa hadir karena sesuatu dan lain hal. Aku tahu beberapa teman lainnya juga ada yang domisili di Purwokerto dan sekitarnya, tapi aku nggak tahu no telp yang bisa dihubungi, seperti Rebeka, Lejar, Agus Pribadi.
Aku jadi nggak semangat euy,...sempat berpikir, waduh aku jauh-jauh kok nggak ketemu siapapun, gimana ini,.. padahal waktu ketemu di Jakarta bulan Oktober yang lalu, katanya teman-teman di Jakarta akan berangkat rombongan pakai bus, haha,...ternyata tidak seindah angan-angan kita yaah,...

Lalu aku dan Mila sempat berkeliling kampus hingga ke sekre UPI (secara kan kami berdua juga dulu aktif di UPI, hehe,..), lalu balik lagi ke taman tengah kampus, dan disanalah kami jumpa dengan Saefudin Aziz (pak dosen Fabio kita nih), mas Isroi_93 (inget beliau kan, beliau kan asisten praktikum kita dulu, sekarang jadi peneliti di Bogor, aku lupa instansinya) dan istrinya mba Hepi_95, mas Nursid_94 (beliau ketua Senat Mahasiswa, jaman tahun 97’an, sekarang jadi peneliti Departemen Kelautan dan Perikanan di Jakarta), mas Wino_94 (yang ini senang basket, dan kalau nggak salah dulu dia aktif di Bio Explorer), sekarang bekerja di JICA_bogor). Hanya itu yang aku kenal dari angkatan 1993 s.d 1996, dikit banget yaah,...
Untungnya, kekecewaan itu terobati dengan adanya sroto sokaraja yang disajikan di gubug-gubug di lorong-lorong depan perpustakaan, laboratorium, juga ada makanan khas Banyumas lainnya, gethuk sokaraja, sate kambing banaran, mendoan hangat (baru nggoreng lho,...)

Lalu setelah penanaman, acara selanjutnya adalah work field, pura-puranya kita praktikum lagi, mengenang jaman-jaman kuliah dulu, ke laboratorium, tapi aku nggak ikut. Aku justru duduk di taman tengah sendirian, menikmati mendoan hangat, yummy banget yaah,...

Waktu itu juga aku jumpa dan berkenalan dengan beberapa kakak kelas yang usianya jauh di atasku, ada mas Bayu Aji_90 (aku kenal beliau gara-garanya salah kirim email, aku pikir beliau itu Bayu Aji_97), lalu ada mas Ikhsan_91 (katanya sih aktifis Rohis dulunya), lalu kita ngobrol juga dengan mas Erwin dosen kita yang keriwil n kacamataan itu lho,..

Acara berlangsung hingga jam 15.00, kemudian istirahat dan berkumpul lagi setelah maghrib, dengan acara Malam Keakraban serta Pentas Hiburan.

Ba’da maghrib (jam 19.00) aku ke kampus sendirian, kemudian aku berjumpa dengan mas Cahyo Saptono_94 yang keriwil itu lho, yang orang Purworejo (beliau sekarang jadi Kepala Desa di Purworejo sana, sekaligus buka usaha printing), juga jumpa dengan mas Dzawinnuha_92 dengan istrinya, Husna_95 (beliau juga jadi Kepala Desa di Rembang sana, juga buka usaha wirausaha konveksi).

Lalu setelah mereka asik dengan teman teman lamanya, aku kembali bengong, akhirnya aku memutuskan masuk ke ruangan 4 (masih inget kan ruangan yang besar di sayap kiri kampus kita???), ternyata ruangan 3 dan 4 sudah disetting sedemikian rupa menjadi arena malam hiburan yang fantastis,...

Aku duduk di dalam dengan Latri, kemudian juga kadang kala ngobrol dengan mas Bayu Aji_90. aku nunggu-nunggu Jay dengan Tekun, katanya mereka mau dateng, tapi kok belum kelihatan juga yaah??

Jam 21.00 baru Jay dan Tekun dateng dengan rombongan BE-nya (aku lupa beberapa, yang aku inget ada mas Dhani_Kuncung_93, mas Wino_94, yang lainnya lupa nama tapi hapal wajah). Lihat mas Dhani_kuncung jadi inget bahwa aku pernah suka ama suara dia yang tipe penyiar radio, wakakak, jadi ketahuan nih,... Secara kan, kalau dia lagi ngomong jaman Opspek maupun acara lainnya, kaya’nya kok menghipnotis, huaaa segitunya,...

Lalu aku nggak bisa ngikutin acara hingga selesai, karena aku numpang nginep di rumah kawan, ya otomatis sungkan kalo pulang malem-malem, so aku pulang jam 21.30.

yang pasti malam itu sebenere acarane rame lho, bu dekan aja nari, dengan ibu-ibu dharma wanita lainnya,...
trus ada ketoprak dengan pemainnya pak slamet "killer" kimia, dan sebagainya,...

esok siangnya, aku balik ke yogya janjian ama tri widayat (dia ikut acara reuni hari ahad-nya, n katanya nobody he known there,..hiks,..)

demikian sekilas info dari acara reuni-an,...
moga2 di lustrum 5thn yang akan datang, kita bisa datang semua yaah,...
nabung dari sekarang yaah,...

Senin, Januari 12, 2009

Soulmate, anugerah atau usaha????

Pagi ini aku membaca UMMI edisi Januari 2009, ulasannya tentang Soulmate, mimpi atau nyata. Sangat menarik bahasan kali ini, entah apa karena minggu-minggu ini kadar romantisme-ku bertambah, atau karena emang tim redaksinya pintar pilih kata-kata.

Dari bahasan tersebut, ternyata dapat disimpulkan secara definisi bahwa soulmate itu adalah orang yang punya kesamaan cara berpikir dan kesamaan perasaan sekaligus orang yang bisa melengkapi kekurangan diri kita, intinya to make me feel complete, atau bahasa gaulnya “bisa bikin klik”. Bahasa soulmate ternyata tidak hanya digunakan orang modern, karena orang jawa telah terlebih dulu menggunakan istilah “garwa = sigaring nyawa = belahan jiwa” kepada pasangannya.

Meski istilah soulmate ini seringkali diasosiasikan ke arah perjodohan, namun ternyata soulmate ini tidak melulu untuk suami istri. Istilah soulmate dapat diterapkan kepada siapapun kita merasa nyaman, rileks mengungkapkan diri kita tanpa perlu jaim, dan kita tak perlu memakai topeng didepannya. Jadi soulmate ini bisa jadi kakak kita, adik kita, sahabat kita, orangtua kita, bahkan anak kita sendiri.

Lalu bagaimana dengan Islam memandang masalah soulmate ini? Ternyata Islam tidak menentang 100% maupun merekomendasikan 100%. Tentang menentukan apakah kita soulmate dengan calon pasangan kita, itu dapat dipertimbangkan, namun bukanlah segala-galanya. Karena ternyata soulmate ini dapat diusahakan, seperti halnya Rasulullah saw awalnya tidak mencintai Khadijah selama beliau bekerjasama, namun rasa cinta dan klik itu semakin mendalam di dalam kerangka pernikahan yang agung, hingga Khadijah meninggal dunia, Rasulullah saw masih sangat mencintai Khadijah.

Lalu tentang pasangan suami istri, ada yang ta’aruf, menikah, dan live happily ever after, namun adapula yang berpuluh tahun menikah namun tidurnya punggung-punggungan, komunikasi kerap nggak nyambung, untuk yang ini banyak orang berkilah, wong gimana lagi, bukan soulmateku sih,… memang soulmate ini adalah anugerah dariNya, tapi kalau tidak soulmate, apa lantas kita menyerah begitu saja???

Jika demikian keadaannya, maka hal pertama yang harus ditempuh adalah usaha maksimal untuk memperbaikinya, karena bisa jadi kita belum mengenal pasangan kita luar dalam, karena kan kata orang, tak kenal maka tak sayang,...

Kita beranggapan bahwa untuk menjadi soulmate itu tidak pernah berantem, itu salah karena pasangan soulmate pun sering berantem, namun berantem yang seperti apa, selama dilakukan secara sehat, itu sah-sah saja, ada yang dikarenakan memang seperti itulah pola interaksi mereka (karena keduanya cerewet) dan yang lebih penting biasanya mereka akan lebih romantis setelah berantem lho,...hehe,... dan juga bukan berarti pasangan yang diam aja, tidak pernah berantem itu juga soulmate, belum tentu..... bisa jadi karena salah satu takut pada pasangannya. Sebenarnya yang penting untuk menandakan apakah kita soulmate dengan pasangan kita, adalah kontak batin. Soulmate biasanya saling tahu maksud dan isi hati pasangannya tanpa saling bicara.

Lalu bagaimana jika kita merasa bahwa kita belum terlalu klik dengan pasangan kita? Apa lantas kita memutuskan untuk berpisah? Mungkin sebaiknya yang kita lakukan adalah mengenal pasangan kita lebih dalam lagi, tidak hanya kulitnya saja, dan kita berusaha menjalin kontak batin lebih intens dengannya, agar impian kita untuk mendapatkan pernikahan yang sakinah (ketenangan), mawadah (cinta kasih) dan rahmah (kasih sayang) dapat benar-benar kita wujudkan bersama. Amiin ya rabbal ’alamiin,....

Setelah baca UMMI tersebut, aku jadi mikir “sudah soulmatekah aku dan garwaku?” “sudah klik-kah kami berdua?” biarlah kami yang menjawab sendiri dan berdoa moga2 anugerah ini akan semakin langgeng di antara kami berdua dengan usaha yang tiada henti hingga akhir hayat, tentunya...